Bahaya Hipertensi Saat Kehamilan Yang Harus Diwaspadai Oleh Ibu Hamil

Hipertensi selama kehamilan sebenarnya bukan hal yang aneh lagi, pasalnya ini memang sering kali terjadi saat sedang hamil. Namun, hampir sebanyak 15% wanita hamil yang berisiko penyakit ini. 

Oleh karena itu, dengan manajemen hati-hati, risiko mengembangkan hipertensi tidak mudah dan bahkan tidak akan lindung nilai pada ibu juga janin dalam kandungan, bahkan akan hilang setelah melahirkan.


Namun, karena penyakit ini terus cuti penanggulan tanpa risiko hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan kondisi praeklamsia juga disertai dengan kehadiran protein dalam urin.


Untuk seorang wanita hamil dia akan dideklarasikan pada hipertensi jika mereka memiliki tekanan darah di atas 140/90 mm Hg. Bahkan ketika kehamilan itu sendiri, ada beberapa jenis hipertensi yang bisa dialami oleh ibu hamil, antara lain:



Hipertensi Kronis




Jika Anda pernah mengalami penyakit ini sebelum menjadi bulan hamil atau lima sebelum hamil, maka kondisi ini bisa disebut dengan hipertensi. Banyak dari wanita-wanita ini tidak tahu apakah ia menderita hipertensi kronis, hal ini karena penyakit ini tidak memancarkan gejala yang signifikan. Dan tanpa disadari, mereka akan bergerak ketika ia menjadi hamil.



Hipertensi Kronis dengan Praeklamsia


Situasi ini dapat dicirikan sebagai hipertensi kronis tidak diatasi dengan baik, atau bahkan ketika penyakit sudah parah dan lebih sampai Anda hamil. Selain itu, protein juga dapat ditemukan didalam urin pada kondisi seperti ini.



Hipertensi Gestasional


Secara umum, wanita hamil menderita kondisi ini pada saat tekanan darah meningkat setelah menjalankan masa kehamilan 5 bulan. Tapi dalam kasus ini, protein tidak ditemukan dalam urin.



Praeklamsia


Kondisi ketiga yang disebutkan di atas memiliki potensi untuk menjadi preeklamasua, terutama ketika penyakit yang mendasarinya tidak segera diselesaikan dengan benar. Situasi ini akan dialami ketika terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan organ-organ dalam tubuh serta penemuan protein dalam urin.



Eklampsia


Eklampsia dapat terjadi ketika wanita hamil dengan kondisi preaklamsia menderita kejang. Dan kondisi ini adalah salah satu kondisi terburuk dari kondisi di atas.


Karena itu, ketika Anda memiliki hipertensi selama kehamilan, maka disarankan untuk menjaga kesehatan mereka dengan yang terbaik dan benar. Selain itu, juga dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dokter kandungan, sehingga kondisi mereka tetap terjaga dan kondisi yang tidak diinginkan tidak terjadi.


Dampak Negatif yang Biasa Terjadi



  • Hipertensi pada kehamilan tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan bayi dan diri sendiri. Berikutini adalah berbagai efek negatif hipertensi dalam kehamilan.
  • Berkurangnya aliran darah ke plasenta. Kondisi ini bisa membuat bayi tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.
  • Intrauterin retardasi pertumbuhan. Kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi ke janin dapat menghambat proses pertumbuhan janin, sehingga bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah atau lahir prematur.
  • Lahir prematur. Demi menyelamatkan nyawa Anda dan si kecil, kadang-kadang dokter akan merekomendasikan kelahiran prematur. Anda melakukan ini dengan cara induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklampsia dan komplikasi lainnya.
  • Solusio plasenta. Ini adalah suatu kondisi ketika plasenta memisahkan dari dinding rahim sebelum pengiriman. Jika ini terjadi, Anda akan plasenta rusak. Anda juga akan mengalami perdarahan yang berlebihan. Kedua hal ini bisa membahayakan kehidupan Anda dan si kecil.
  • Bayi meninggal dalam kandungan. Kondisi ini dapat terjadi selama kehamilan lima bulan atau lebih. Bayi itu meninggal dalam kandungan karena tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.
  • Perkembangan penyakit kardiovaskular. Jika sudah sampai pada tahap pre-eklampsia, maka Anda berada pada risiko penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, terutama jika Anda melahirkan bayi prematur. Tapi Anda bisa meminimalkan risiko dengan hidup gaya hidup sehat setelah melahirkan.



Hanya sampai sini yang bisa kami sampaikan, diharapkan untuk selalu mewaspadai ancaman dari hipertensi terutama untuk ibu hamil, semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel